“BOLU LABU” SEBAGAI USAHA YANG MEMILIKI PROSPEK YANG MENJANJIKAN

BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG MASALAH

Buah labu banyak mengandung vitamin C, vitamin A, juga serat. Tak cuma kolak, labu kuning bisa diolah menjadi aneka macam makanan, baik yang bercita rasa gurih atau manis.
Soal rasa, tak perlu diragukan. Tapi anehnya, walau sedap dan luwes, labu kuning kurang populer di kalangan masyarakat kita. Lihat saja para tukang sayur keliling, mereka cuma menjajakan labu kuning pada saat bulan Ramadhan sebagai bahan baku untuk membuat kolak. Hal ini tentu sangat disayangkan. Sebab, labu kuning sebenarnya sangat baik untuk dikonsumsi karena memiliki kandungan gizi yang tinggi, salah satunya pro-vitamin A.
Andaikata setiap hari per orang memakan 70 gram labu kuning, itu cukup untuk memenuhi jumlah asupan vitamin A yang diperlukan oleh tubuh. Kalau buah ini dibuat tepung, cukup hanya mengonsumsi 2,5 gram per hari,” kata Dr Ir Murdijati Gardjito, ketua Kelompok Pemerhati Labu Kuning Yogyakarta. Selain itu, labu kuning juga mengandung vitamin C, serat, dan karbohidrat yang cukup tinggi.
Melihat kandungan gizinya, olahan dari labu kuning sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang tua. Lewat sejumlah penelitian yang dilakukan para ahli diketahui pula, labu kuning memainkan peranan penting dalam mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus (kencing manis), arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), jantung koroner, tekanan darah tinggi, bahkan bisa pula mencegah kanker. Labu kuning merupakan satu-satunya buah yang awet/tahan lama. Labu kuning akan awet asal disimpan di tempat yang bersih dan kering, serta tidak ada luka pada buah ini.
Jika sampai luka, labu kuning akan mengeluarkan semacam gas yang bisa memicu terjadinya berbagai macam perubahan di bagian dalam buah. Seperti dikatakan Murdijati, labu kuning yang bagus bisa disimpan sampai tiga bulan tanpa ada perubahan yang berarti. ”Namun, kalau disimpan selama enam bulan biasanya beratnya sudah turun,” katanya. Buah yang dikenal dengan sejumlah nama lain seperti: waluh, labu merah, labu manis, labu parang (Jawa Barat) atau pumpkin (Inggris) ini, tak cuma dikenal di Indonesia.
Bahkan di sejumlah negara, labu kuning telah dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Tak cuma dibuat makanan atau tepung, buah ini juga dimanfaatkan untuk membuat kosmetik. Aneka olahan dari labu kuning. Sungguh sayang, jika labu kuning cuma dibuat kolak, sayur lodeh, atau sayur bobor. Sebab, buah ini bisa disulap menjadi aneka makanan atau minuman dengan cita rasa yang lezat dan tampilan yang cantik..

2. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah manfaat buah labu itu?
2. Bagaimana mengolah labu menjadi bolu labu untuk meningkatkan nilai jual barang?
3. Penetapan Harga dan Sistem Distribusi produk?

3. TUJUAN PENULISAN
1. Lebih mengetahui manfaat buah labu.
2. Mengetahui bagaimana cara pengolahan labu menjadi bolu labu.
3. Mengetahui cara penetapan Harga dan Sistem Distribusi produk.

4. BATASAN MASALAH
Dalam pembuatan makalah terdapat suatu batasan masalah. Adapun maksud dari pemberian batasan masalah adalah untuk membatasi pembahasan yang ada didalam makalah tersebut agar tidak keluar dari konsep judul.
Batasan masalah dalam makalah yang kami buat ini adalah hanya membahas bolu labu sabagai usaha yang memiliki prospek yang menjanjikan dan semua hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Sedangkan manfaat buah labu secara umum hanya dijelaskan secara singkat.

BAB II
ISI

1. PEMBAHASAN
Seperti manfaat buah labu yag telah dipaparkan dalam latar belakang masalah kita bias mengambil kesimpulan bahwa buah labu sangat bermanfaat bagi kita. Dalam rumusan masalah ini akan dibahas manfaat ekonomi dari buah labu dengan cara pengolahan yang berbeda dengan menambah nilai guna suatu barang. Jika biasanya buah labu hanya di buat kolak, maka di sini dikembangkan lagi menjadi olahan makanan yang lain yaitu “bolu labu” yang pasti tidak mengubah rasa asli dari labu itu sendiri. Dan tujuan lain dari penggunaan labu sebagai bahan dasar bolu ini adalah karena labu memiliki rasa manis yang sehingga bisa meminimalisir penggunaan gula. Dari situ bisa kita lihat dari segi ekonomi kita mampu menghemat penggunaan gula dengan menggantinya dengan buah labu tersebut.

2. PROSES PEMBUATAN BOLU LABU
Alat
Mixer (Pengocok)
Baskom
Loyang
Oven
Bahan
1 gelas gula pasir
5 sebdok makan mentega cair
1 bungkus ovalet
4 butir telur
1 piring labu rebus (ukurn disesuaikan)
1 gelas tepung terigu cakra
1 bungkus vanili

Cara pembuatan
1. 4 butir telur dan 1 gelas gula pasir campurkan dalam baskom
2. Larutkan ovalet ke dalam adukan, kemudian kocok sampai benar-benar mengembang,
3. Masukkan tepung terigu, labu yang sudah direbus dan dihaluskan, tambahkan vanili dan mentega, campur sampai rata dan adonan mengembang
4. Sementara itu olesi Loyang dengan mentega agar tidak lengket saat diangkat
5. Tuangkan adonan yang telah disiapkan
6. Oven selama 30 menit, tunggu sampai matang

3. PERKIRAAN BIAYA PRODUKSI
Untuk memproduksi 20 bungkus bolu labu
Alat :
1. Pengocok Rp. 9.000,00
2. baskom Rp. 4.500,00
3. Loyang Rp. 12.500,00
4. oven Rp. 175.000,00
Total biaya tetap = Rp. 201.000,00
Bahan :
1. ¼ kg gula pasir Rp. 2.500,00
2. Mentega Rp. 1.500,00
3. Ovalet Rp. 1.500,00
4. Telur ¼ kg Rp. 3.500,00
5. Labu Rp. 2.500,00
6. Tepung terigu cakra 2 ons Rp. 1.000,00
7. Vanili 1 bungkus Rp. 500,00
8. Plastic kemasan Rp. 4.000,00
Total biaya produksi = Rp. 16.000,00
Biaya total keseluruhan = Rp. 217.000,00

Penetapan harga pada produksi bolu labu ini didasarkan pada biaya produksi, dengan rincian :

Jadi harga jual 20 bungkus bolu labu =
Rp. 16.000,00 + Rp. 9.000,00
= Rp. 25.000,00
Harga satuan
Rp. 25.000,00 : 20
= Rp. 1.500,00
Dengan begitu produsen akan mendapat margin (keuntungan) Rp. 9.000,00, dengan rincian laba per unit produk Rp. 450,00

4. PEMASARAN DAN DISTRIBUSI
Dalam pemasaran dan distribusi bias melalui proses langsung kepada pengecer yaitu kantin sekolah dan warung-warung kecil. Cara ini lebih efekif dikarenakan produksi masih dalam skala kecil. Produk ini akan mudah diterima oleh segala lapisan masyarakat dikarenakan kualitas produk dan rasa yang dijamin akan dapat memuaskan konsumen.
Jika dalam perkembangannya penjualan mengalami peningkatan yang signifikan, kita bisa merencanakan penegembangan skala produksi atau juga bisa mengembangkan industry labu ini dengan membuat inovasi bahan makanan lain, hal ini dalam rangka usaha peningkatan nilai guna barang.
Pada pelucuran pertama kita bisa memberikan harga promosi untuk memeperoleh market share. Perlu juga diperhatikan juga continueitas produksi untuk menjaga produk agar tidak menghilang dari pasar,

SKEMA DISTRIBUSI

5. DESIGN PRODUK
1. Bolu labu

2. Design plastic bolu labu
Tampak depan

Tampak belakang

Slogan : Enaaak dan Lezat
Ukuran Plastik : 9 cm x 9 cm
Warna dan Bentuk : Diagonal Gradien-Accent 1
Huruf : Calibri
Arial Narrow

BAB III
KESIMPULAN
Pada kesimpulannya perlu diperlukan lagi inovasi-inovasi lain dalam pengolahan buah labu, yang dalam pandangan ekonomi akan memberikan profit (keuntungan) yang besar dalam perkrmbangannya. Dan salah satunya perlu dicoba dan diterapkan dalam kehidupan, agar berguna bagi masyarakat yang bergerak dalam industri rumahan atau masih dalam skala kecil.

DAFTAR PUSTAKA

http://srahma.blogspot.com/2008/04/aneka-manfaat-dan-kandungan-labu-kuning.html

By: Tika Setyawati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s