Sejarah Ilmu Ekonomi

ILMU EKONOMI

 

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).

Ilmu ekonomi adalah suatu bidang ilmu pengetahuan yang sangat luas ruang lingkupnya. Oleh karena itu sangatlah tidaklah mudah untuk membuat satu definisi yang bisa memberikan gambaran yang tepat mengenai analisis-analisis yang meliputi ilmu ekonomi. Bidang studi ilmu ekonomi sering kali dihubungkan pada keadaan ketidakseimbangan antara:

1. kemampuan factor – factor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa

2. keinginan masyarakat untuk mendapatkan barang dan jasa.

Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani οκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

Berbagai ahli ekonomi selalu mendefinisikan ilmu ekonomi berdasarkan kepada kenyataan tersebut. Sebagai contoh, Profesor P.A. Samuelson, salah seorang ahli ekonomi yang terkemuka di dunia – yang menerima hadiah Nobel untuk ilmu ekonomi pada tahun 1970 – memberikan definisi ilmu ekonomi sebagai berikut :

Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai individu-individu dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber-sumber daya yang terbatas – tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumsi, sekarang dan di masa akan datang, kepada berbagai individu dan golongan masyarakat.

Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi – seperti yang telah disebutkan di atas – adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.

Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisa ekonomi adalah “pembuatan keputusan” dalam berbagai bidang dimana orang dihadapkan pada pilihan-pilihan, misalnya bidang pendidikan, pernikahan, kesehatan, hukum, kriminal, perang, dan agama.

Gary Becker dari University of Chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya, ia menerangkan bahwa, ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini terkadang digambarkan sebagai ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.

Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar, sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan “apa yang seharusnya dilakukan oleh para ahli ekonomi ?”.

The traditional Chicago School, with its emphasis on economics being an empirical science aimed at explaining real-world phenomena, has insisted on the powerfulness of price theory as the tool of analysis. On the other hand, some economic theorists have formed the view that a consistent economic theory may be useful even if at present no real world economy bears out its prediction.”

Sejarah Ilmu Ekonomi

 

 Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.

Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.

Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling “bertarung” dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.

Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.

Filed Under: Ekonomi&Bisnis

Sejarah teori ekonomi

Sejarah Perkembangan Teori Ekonomi adalah suatu pemikiran kapitalisme yang terlebih dahulu harus dilacak melalui sejarah perkembangan pemikiran ekonomi dari era Yunani kuno sampai era sekarang.

Aristoteles adalah yang pertama kali memikirkan tentang transaksi ekonomi dan membedakan antara yang bersifat “natural” atau “unnatural”. Transaksi natural terkait dengan pemuasan kebutuhan dan pengumpulan kekayaan yang terbatasi jumlahnya oleh tujuan yang dikehendakinya. Transaksi un-natural bertujuan pada pengumpulan kekayaan yang secara potensial tak terbatas. Dia menjelaskan bahwa kekayaan un-natural tak berbatas karena dia menjadi akhir dari dirinya sendiri ketimbang sebagai sarana menuju akhir yang lain, yaitu pemenuhan kebutuhan. Contoh dari transaksi ini disebutkan adalah perdagangan moneter dan retail yang dia ejek sebagai “unnatural” dan bahkan tidak bermoral. Pandangannya ini kelak akan banyak dipuji oleh para penulis Kristen di Abad Pertengahan.

Aristotle juga membela kepemilikan pribadi yang menurutnya akan dapat memberi peluang seseorang untuk melakukan kebajikan dan memberikan derma dan cinta sesama yang merupakan bagian dari “jalan emas” dan “kehidupan yang baik ala Aristotles.

Chanakya adalah tokoh berikutnya. Dia sering mendapat julukan sebagai Indian Machiavelli. Dia adalah professor ilmu politik pada Takshashila University dari India kuno dan kemudian menjadi Prime Minister dari kerajaan Mauryan yang dipimpin oleh Chandragupta Maurya. Dia menulis karya yang berjudul Arthashastra (Ilmu mendapatkan materi) yang dapat dianggap sebagai pendahulu dari Machiavelli’s The Prince.

Banyak masalah yang dibahas dalam karya itu masih relevan sampai sekarang, termasuk diskusi tentang bagaiamana konsep manajemen yang efisien dan solid, dan juga masalah etika di bidang ekonomi. Chanakya juga berfokus pada isu kesejahteraan seperti redistribusi kekayaan pada kaum papa dan etika kolektif yang dapat mengikat kebersamaan masyarakat.

Tokoh pemikir Islam juga memberikan sumbangsih pada pemahaman di bidang ekonomi. Ibnu Khaldun dari Tunis (1332-1406) menulis masalah teori ekonomi dan politik dalam karyanya Prolegomena, menunjukkan bagaimana kepadatan populasi adalah terkait dengan pembagian tenaga kerja yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang sebaliknya mengakibatkan pada penambahan populasi dalam sebuah lingkaran. Dia juga memperkenalkan konsep yang biasa disebut dengan Khaldun-Laffer Curve (keterkaitan antara tingkat pajak dan pendapatan pajak dalam kurva berbentuk huruf U).

Perintis pemikiran barat di bidang ekonomi terkait dengan debat scholastic theological selama Middle Ages. Masalah yang penting adalah tentang penentuan harga barang. Penganut Katolik dan Protestan terlibat dalam perdebatan tentang apa itu yang disebut “harga yang adil” di dalam ekonomi pasar. Kaum skolastik Spanyol di abad 16 mengatakan bahwa harga yang adil tak lain adalah harga pasar umum dan mereka umumnya mendukung filsafat laissez faire.

Selanjutnya pada era Reformation pada 16th century, ide tentang perdagangan bebas muncul yang kemudian diadopsi secara hukum oleh Hugo de Groot atau Grotius. Kebijakan ekonomi di Europe selama akhir Middle Ages dan awal Renaissance adalah memberlakukan aktivitas ekonomi sebagai barang yang ditarik pajak untuk para bangsawan dan gereja.. Pertukaran ekonomi diatur dengan hukum feudal seperti hak untuk mengumpulkan pajak jalan begitu juga pengaturan asosiasi pekerja (guild) dan pengaturan religious dalam masalah penyewaan. Kebijakan ekonomi seperti itu didesain untuk mendorong perdagangan pada wilayah tertentu.

Karena pentingnya kedudukan sosial, aturan-aturan terkait kemewahan dijalankan, pengaturan pakaian dan perumahan meliputi gaya yang diperbolehkan, material yang digunakan dan frekuensi pembelian bagi masing-masing kelas yang berbeda.

Niccolò Machiavelli dalam karyanya The Prince adalah penulis pertama yang menyusun teori kebijakan ekonomi dalam bentuk nasehat. Dia melakukannya dengan menyatakan bahwa para bangsawan dan republik harus membatasi pengeluarannya, dan mencegah penjarahan oleh kaum yang punya maupun oleh kaum kebanyakan. Dengan cara itu, maka negara akan dilihat sebagai “murah hati” karena tidak menjadi beban berat bagi warganya. Selama masa Early Modern period, mercantilists hampir dapat merumuskan suatu teori ekonomi tersendiri. Perbedaan ini tercermin dari munculnya negara bangsa di kawasan Eropa Barat yang menekankan pada balance of payments. Tahap ini kerapkali disebut sebagai tahap paling awal dari perkembangan modern capitalism yang berlangsung pada periode antara abad 16th dan 18th, kerap disebut sebagai merchant capitalism dan mercantilism. Babakan ini terkait dengan geographic discoveries oleh merchant overseas traders, terutama dari England dan Low Countries; European colonization of the Americas; dan pertumbuhan yang cepat dari perdagangan luar negeri. Hal ini memunculkan kelas bourgeoisie dan menenggelamkan feudal system yang ada sebelumnya.

Mercantilism adalah sebuah sistem perdagangan untuk profit, meskipun produksi masih dikerjakan dengan non-capitalist production methods. Karl Polanyi berpendapat bahwa capitalism belum muncul sampai berdirinya free trade di Britain pada 1830s.Di bawah mercantilism, European merchants, diperkuat oleh sistem kontrol dari negara yang memberiikan subsidi dan memonopoli banyak sumberdaya yang akan menghasilkan banyak keuntungan dari jual-beli bermacam barang. Dibawah mercantilisme, Guilds menjadi dasar pengatur utama dari sistem ekonomi negara. Dalam kalimat Francis Bacon, tujuan dari mercantilisme adalah :

the opening and well-balancing of trade; the cherishing of manufacturers; the banishing of idleness; the repressing of waste and excess by sumptuary laws; the improvement and husbanding of the soil; the regulation of prices…”

Diantara berbagai mercantilist theory salah satunya adalah bullionism, doktrin yang menekankan pada pentingnya akumulasi precious metals. Mercantilists berpendapat bahwa negara seharusnya mengekspor barang lebih banyak dibandingkan jumlah yang diimport sehingga luar negeri akan membayar selisihnya dalam bentuk precious metals. Mercantilists juga berpendapat bahwa bahan mentah yang tidak dapat ditambang dari dalam negeri, maka harus diimport dan mempromosikan subsidi, seperti penjaminan monopoli protective tariffs, untuk meningkatkan produksi dalam negeri dari manufactured goods.

Para perintis mercantilism menekankan pentingnya kekuatan negara dan penaklukan luar negeri sebagai kebijakan utama dari economic policy. Jika sebuah negara tidak mempunyai supply dari bahan mentahnnya, maka mereka harus mendapatkan koloni dari mana mereka dapat mengambil bahan mentah yang dibutuhkan. Koloni berperan bukan hanya sebagai penyedia bahan mentah tapi juga sebagai pasar bagi barang jadi. Agar tidak terjadi suatu kompetisi, maka koloni harus dicegah untuk melaksanakan produksi dan berdagang dengan pihak asing lainnya.

Selama the Enlightenment, physiocrats Perancis adalah yang pertama kali memahami ekonomi berdiri sendiri. Salah satu tokoh yang terpenting adalah Francois Quesnay. Diagram ciptaannya yang terkenal adalah tableau economique, oleh kawan-kawannya dianggap sebagai salah satu temuan ekonomi terbesar setelah tulisan dan uang. Diagram zig-zag ini dipuji sebagai rintisan awal bagi pengembangan banyak tabel dalam ekonomi modern, ekonometrik, multiplier Keynes, analisis input-output, diagram aliran sirkular dan model keseimbangan umum Walras.

Tokoh lain dalam periode ini adalah Richard Cantillon, Jaques Turgot, dan Etienne Bonnot de Condillac.

Richard Cantillon (1680-1734) oleh beberapa sejarawan ekonomi dianggap sebagai bapak ekonomi yang sebenarnya. Bukunya “Essay on the Naturof Commerce ini General” (1755, terbit setelah dia wafat) menekankan pada mekanisme otomatis dalam pasar yakni penawaran dan permintaan, peran vital dari kewirausahaan, dan analisis inflasi moneter “pra-Austrian” yang canggih yakni tentang bagaimana inflasi bukan hanya menaikkan harga tetapi juga mengubah pola pengeluaran.

Jaques Turgot (1727-81) adalah pendukung laissez faire, pernah menjadi menteri keuangan dalam pemerintahan Louis XVI dan membubarkan serikat kerja (guild), menghapus semua larangan perdagangan gandum dan mempertahankan anggaran berimbang. Dia terkenal dekat dengan raja meskipun akhirnya dipecat pada tahun 1776. Karyanya “Reflection on the Formation and Distribution of Wealth” menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang perekonomian. Sebagai seorang physiocrats, Turgot membela pertanian sebagai sektor paling produktif dalam ekonomi. Karyanya yang terang ini memberikan pemahaman yang baik tentang preferensi waktu, kapital dan suku bunga, dan peran enterpreneur-kapitalis dalam ekonomi kompetetitif.

Etienne Bonnot de Condillac (1714-80) adalah orang yang membela Turgot di saat-saat sulit tahun 1775 ketika dia menghadapi kerusuhan pangan saat menjabat sebagai menteri keuangan. Codillac juga merupakan seorang pendukung perdagangan bebas. Karyanya “Commerce and Government” (terbit sebulan sebelum The Wealth of Nation, 1776) mencakup gagasan ekonomi yang sangat maju. Dia mengakui manufaktur sebagai sektor produktif, perdagangan sebagai representasi nilai yang tak seimbang dimana kedua belah pihak bisa mendapat keuntungan, dan mengakui bahwa harga ditentukan oleh nilai guna, bukan nilai kerja.

Tokoh lainnya, Anders Chydenius (1729-1803) menulis buku “The National Gain” pada 1765 yang menerangkan ide tentang kemerdekaan dalam perdagangan dan industri dan menyelidiki hubungan antara ekonomi dan masyarakat dan meletakkan dasar liberalism, sebelas tahun sebelum Adam Smith menulis hal yang sama namun lebih komprehensif dalamThe Wealth of Nations. Menurut Chydenius, democracy, kesetaraan dan penghormatan pada hak asasi manusia adalah jalan satu-satunya untuk kemajuan dan kebahagiaan bagi seluruh anggota masyarakat.

Mercantilism mulai menurun di Great Britain pada pertengahan 18th, ketika sekelompok economic theorists, dipimpin oleh Adam Smith, menantang dasar-dasar mercantilist doctrines yang berkeyakinan bahwa jumlah keseluruhan dari kekayaan dunia ini adalah tetap sehingga suatu negara hanya dapat meningkatkan kekayaannya dari pengeluaran negara lainnya.

Meskipun begitu, di negara-negara yang baru berkembang seperti Prussia dan Russia, dengan pertumbuhan manufacturing yang masih baru, mercantilism masih berlanjut sebagai paham utama meskipun negara-negara lain sudah beralih ke paham yang lebih baru.

Pemikiran ekonomi modern biasanya dinyatakan dimulai dari terbitnya Adam Smith’s The Wealth of Nations, pada 1776, walaupun pemikir lainnya yang lebih dulu juga memberikan kontribusi yang tidak sedikit. Ide utama yang diajukan oleh Smith adalah kompetisi antara berbagai penyedia barang dan pembeli akan menghasilkan kemungkinan terbaik dalam distribusi barang dan jasa karena hal itu akan mendorong setiap orang untuk melakukan spesialisasi dan peningkatan modalnya sehingga akan menghasilkan nilai lebih dengan tenaga kerja yang tetap. Smith’s thesis berkeyakinan bahwa sebuah sistem besar akan mengatur dirinya sendiri dengan menjalankan aktivitas masing-masing bagiannya sendiri-sendiri tanpa harus mendapatkan arahan tertentu. Hal ini yang biasa disebut sebagai “invisible hand” dan masih menjadi pusat gagasan dari ekonomi pasar dan capitalism itu sendiri.

Smith adalah salah satu tokoh dalam era Classical Economics dengan kontributor utama John Stuart Mill and David Ricardo. John Stuart Mill, pada awal hingga pertengahan abad 19th, berfokus pada “wealth” yang didefinisikannya secara khusus dalam kaitannya dengan nilai tukar obyek atau yang sekarang disebut dengan price.

Pertengahan abad 18th menunjukkan peningkatan pada industrial capitalism yang memberi kemungkinan bagi akumulasi modal yang luas di bawah fase perdagangan dan investasi pada mesin-mesin produksi. Industrial capitalism, yang dicatat oleh Marx mulai dari pertigaan akhir abad 18th, menandai perkembangan dari the factory system of manufacturing, dengan ciri utama complex division of labor dan routinization of work tasks; dan akhirnya memantapkan dominasi global dari capitalist mode of production.

Hasil dari proses tersebut adalah Industrial Revolution, dimana industrialist menggantikan posisi penting dari merchant dalam capitalist system dan mengakibatkan penurunan traditional handicraft skills dari artisans, guilds, dan journeymen. Juga selama masa ini, capitalism menandai perubahan hubungan antara British landowning gentry dan peasants, meningkatkan produksi dari cash crops untuk pasar lebih dari pada yang digunakan untuk feudal manor. Surplus ini dihasilkan dengan peningkatan commercial agriculture sehingga mendorong peningkatan mechanization of agriculture.

Peningakatan industrial capitalism juga terkait dengan penurunan mercantilism. Pertengahan hingga akhir abad sembilan belas Britain dianggap sebagai contoh klasik dari laissez-faire capitalism. Laissez-faire mendapatkan momentum oleh mercantilism di Britain pada 1840s dengan persetujuan Corn Laws dan Navigation Acts. Sejalan dengan ajaran classical political economists, dipimpin oleh Adam Smith dan David Ricardo, Britain memunculkan liberalism, mendorong kompetisi dan perkembangan market economy.

Pada abad 19th, Karl Marx menggabungkan berbagai aliran pemikiran meliputi distribusi sosial dari sumber daya, mencakup karya Adam Smith, juga pemikiran socialism dan egalitarianism, dengan menggunakan pendekatan sistematis pada logika yang diambil dari Georg Wilhelm Friedrich Hegel untuk menghasilkan Das Kapital. Ajarannya banyak dianut oleh mereka yang mengkritik ekonomi pasar selama abad 19th dan 20th. Ekonomi Marxist berlandaskan pada labor theory of value yang dasarnya ditanamkan oleh classical economists (termasuk Adam Smith) dan kemudian dikembangkan oleh Marx. Pemikiran Marxist beranggapan bahwa capitalism adalah berlandaskan pada exploitation kelas pekerja : pendapatan yang diterima mereka selalu lebih rendah dari nilai pekerjaan yang dihasilkannya, dan selisih itu diambil oleh capitalist dalam bentuk profit.

Pada akhir abad 19th, kontrol dan arah dari industri skala besar berada di tangan financiers. Masa ini biasa disebut sebagai masa “finance capitalism” yang dicirikan dengan subordination proses produksi ke dalam accumulation of money profits dalam financial system. Penampakan utama capitalism pada masa ini mencakup establishment of huge industrial cartels atau monopolies; kepemilikan dan management dari industry oleh financiers berpisah dari production process; dan pertumbuhan dari complex system banking, sebuah equity market, dan corporate memegang capital melalui kepemilikan stock. Tampak meningkat juga industri besar dan tanah menjadi subject of profit dan loss oleh financial speculators. Akhir abad 19th juga muncul “marginal revolution” yang meningkatkan dasar pemahaman ekonomi mencakup konsep-konsep seperti marginalism dan opportunity cost. Lebih lanjut, Carl Menger menyebarkan gagasan tentang kerangka kerja ekonomi sebagai opportunity cost dari keputusan yang dibuat pada margins of economic activity.

Akhir 19th dan awal 20th capitalism juga disebutkan segagai era “monopoly capitalism,” ditandai oleh pergerakan dari laissez-faire phase of capitalism menjadi the concentration of capital hingga mencapai large monopolistic atau oligopolistic holdings oleh banks and financiers, dan dicirikan oleh pertumbuhan corporations dan pembagian labor terpisah dari shareholders, owners, dan managers.

Perkembangan selanjutnya ekonomi menjadi lebih bersifat statistical, dan studi tentang econometrics menjadi penting. Statistik memperlakukan price, unemployment, money supply dan variabel lainnya serta perbandingan antar variabel-variabel ini, menjadi sentral dari penulisan ekonomi dan menjadi bahan diskusi utama dalam lapangan ekonomi. Pada quarter terakhir abad 19th, kemunculan dari large industrial trusts mendorong legislation di U.S. untuk mengurangi monopolistic tendencies dari masa ini. Secara berangsur-angsur, U.S. federal government memainkan peranan yang lebih besar dalam menghasilkan antitrust laws dan regulation of industrial standards untuk key industries of special public concern. Pada akhir abad 19th, economic depressions dan boom and bust business cycles menjadi masalah yang tak terselesaikan. Long Depression dari 1870s dan 1880s dan Great Depression dari 1930s berakibat pada nyaris keseluruhan capitalist world, dan menghasilkan pembahasan tentang prospek jangka panjang capitalism. Selama masa 1930s, Marxist commentators seringkali meyakinkan kemungkinan penurunan atau kegagalan capitalism, dengan merujuk pada kemampuan Soviet Union untuk menghindari akibat dari global depression.

Macroeconomics mulai dipisahkan dari microeconomics oleh John Maynard Keynes pada 1920s, dan menjadi kesepakatan bersama pada 1930s oleh Keynes dan lainnya, terutama John Hicks. Mereka mendapat ketenaran karena gagasannya dalam mengatasi Great Depression. Keynes adalah tokoh penting dalam gagasan pentingnya keberadaaan central banking dan campur tangan pemerintah dalam hubungan ekonomi. Karyanya “General Theory of Employment, Interest and Money” menyampaikan kritik terhadap ekonomi klasik dan juga mengusulkan metode untuk management of aggregate demand. Pada masa sesudah global depression pada 1930s, negara memainkan peranan yang penting pada capitalistic system di hampir sebagian besar kawasan dunia. Pada 1929, sebagai contoh, total pengeluaran U.S. government (federal, state, and local) berjumlah kurang dari sepersepuluh dari GNP; pada 1970s mereka berjumlah mencapai sepertiga. Peningkatan yang sama tampak pada industrialized capitalist economies, sepreti France misalnya, telah mencapai ratios of government expenditures dari GNP yang lebih tinggi dibandingkan United States. Sistem economies ini seringkali disebut dengan “mixed economies.”

Selama periode postwar boom, penampakan yang luasa dari new analytical tools dalam social sciences dikembangkan untuk menjelaskan social dan economic trends dari masa ini, mencakup konsep post-industrial society dan welfare statism. Phase dari capitalism sejak awal masa postwar hingga 1970s memiliki sesuatu yang kerap disebut sebagai “state capitalism”, terutama oleh Marxian thinkers.

Banyak economists menggunakan kombinasi dari Neoclassical microeconomics dan Keynesian macroeconomics. Kombinasi ini, yang sering disebut sebagai Neoclassical synthesis, dominan pada pengajaran dan kebijakan publik pada masa sesudah World War II hingga akhir 1970s. pemikiran neoclassical mendapat bantahan dari monetarism, dibentuk pada akhir 1940s dan awal 1950s oleh Milton Friedman yang dikaitkan dengan University of Chicago dan juga supply-side economics.

Pada akhir abad 20th terdapat pergeseran wilayah kajian dari yang semula berbasis price menjadi berbasis risk, keberadaan pelaku ekonomi yang tidak sempurna dan perlakuan terhadap ekonomi seperti biological science, lebih menyerupai norma evolutionary dibandingkan pertukaran yang abstract. Pemahaman akan risk menjadi signifikan dipandang sebagai variasi price over time yang ternyata lebih penting dibanding actual price. Hal ini berlaku pada financial economics dimana risk-return tradeoffs menjadi keputusan penting yang harus dibuat.

Masa postwar boom yang lama berakhir pada 1970s dengan adanya economic crises experienced mengikuti 1973 oil crisis. “stagflation” dari 1970s mendorong banyak economic commentators politicians untuk memunculkan neoliberal policy diilhami oleh laissez-faire capitalism dan classical liberalism dari abad 19th, terutama dalam pengaruh Friedrich Hayek dan Milton Friedman. Terutama, monetarism, sebuah theoretical alternative dari Keynesianism yang lebih compatible dengan laissez-faire, mendapat dukungan yang meningkat increasing dalam capitalist world, terutama dibawah kepemimpinan Ronald Reagan di U.S. dan Margaret Thatcher di UK pada 1980s.

Area perkembangan yang paling pesat kemudian adalah studi tentang informasi dan keputusan. Contoh pemikiran ini seperti yang dikemukakan oleh Joseph Stiglitz. Masalah-masalah ketidak-seimbangan informasi dan kejahatan moral dibahas disini seperti karena mempengaruhi modern economic dan menghasilkan dilema-dilema seperti executive stock options, insurance markets, dan Third-World debt relief.

Ayam Goreng Kremes


Resep kali ini adalah perpaduan antara resep Ayam Goreng  dari buku Resep Sajian Ayam Paling Disukai karangan : Ibu Aan Roswaty dengan resep Ayam Kremes dari blognya Sahabat tercinta Nyutty di
http://pawonomah.blogspot.com/. (tentu saja setelah dimodifikasi lagi di beberapa bagian, mohon maaf ya Ibu Aan & Nyutty)

Yuk mari disimak🙂
AYAM GORENG
Bahan :
1 ekor ayam (kampung / broiler), potong menjadi 4 bagian atau sesuai selera
3 lembar daun jeruk
Minyak secukupnya, untuk menggoreng
2 batang serai, memarkan
3 lembar daun salam
500 ml air

Bumbu yang dihaluskan :
5 butir kemiri
7 siung bawang merah
4 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
2 cm jahe
3 cm lengkuas
Garam secukupnya
Gula putih secukupnya

Cara membuat :
1. Tumis bumbu halus hingga harum, tambahkan daun jeruk, serai dan daun salam. Setelah matang, matikan api.
2. Masukkan bumbu tumis dan ayam  ke dalam panci presto. Tambahkan air. Tutup panci, masak kurleb 15 – 20 menit. Angkat, biarkan dingin.
3. Buka tutup panci presto, keluarkan ayam. Goreng ayam dengan minyak banyak, hingga matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat dan sajikan bersama kremesan, sambal bajak & lalapan.

KREMESAN (nah, untuk kremesan ini, di ambil dari resepnya Nyutty dengan modifikasi di bagian cara membuat…… maaf y Nyut)

Bahan Kremesan :
50 gr tepung beras
2 sdt tepung kanji
1 sdt  tepung maizena
250 ml santan cair
Garam

Bumbu halus untuk kremesan :
4 siung bawang putih (goreng sebentar)
3 kemiri utuh (goreng hingga kecokelatan)
2 cm kunyit (goreng sebentar)
1/2 sdt ketumbar bubuk

Cara membuat :
1. Campurkan bumbu halus ke dalam santan, aduk rata
2. Masukkan bahan kering (tepung) ke dalam campuran santan yang berbumbu. Aduk hingga tidak bergerindil (adonan kremesan berbentuk cair, tidak kental. Jadi jika dirasa masih agak kental, tambahkan air sedikit)
3. Tambahkan garam secukupnya, tes rasa
4. Stel api pada suhu sedang besar, tunggu hingga minyak benar – benar panas.
5. Ambil 1 sendok sayur adonan kremesan, tuang sedikit demi sedikit (jangan dituang sekaligus yaaaaa) ke atas minyak panas dengan jarak agak tinggi dari wajan.
Sekali tuang, tunggu hingga adonan menyebar kemana – mana. ( menurut Sahabatku Nyutty :”jangan kaget jika saat menuang adonan ke dalam minyak panas yang terbentuk adalah butiran – butiran adonan yang menyebar dan mengembang, itu tandanya berhasil……tapi kalau malah menyatu jadi peyek berarti gagal)
6. Tuang lagi dan tunggu (lakukan terus hingga dirasa adonan kremesan agak banyak)
7. Biarkan sebentar agar adonan agak sedikit terbentuk (tidak lembek), dan berwarna kuning kecokelatan.
8. Angkat pelan – pelan, tiriskan.
9. Ulangi terus hingga adonan habis.
10. Taburkan di atas ayam goreng.

Saat membuat kremes, memang dibutuhkan sedikit ketelatenan dan kesabaran….huehehe…tapiiiii, kalo bisa berhasil rasanya senaaaang apalagi jika keluarga berkenan…wuiiiihhh🙂

Cara Mengobati Mata Minus Tradisional


Cara Mengobati Mata Minus Tradisional – Salah satu tips menyembuhkan atau Mengobati Mata Minus dengan obat tradisional Alami atau dengan terapi adalah dengan menggunakan bahan daun sirih.

Satu gangguan kesehatan pada mata yang harus diwaspadai sejak dini adalah miopia. Gangguan itu pada umumnya terjadi pada usia anak-anak sampai remaja. Untuk mengatasi atau menyembuhkannya, selain dengan cara medis, Anda bisa menggunakan daun sirih.

Miopia adalah istilah kedokteran untuk rabun jauh. Suatu keadaan di mana mata mampu melihat objek yang dekat, tetapi kabur jika melihat objek yang jauh. Secara termonologis, “myopia” berasal dari bahasa Yunani yang berarti menyipitkan mata. Penderita kelainan ini selalu menyipitkan mata untuk melihat lebih jelas objek yang jauh letaknya. Itulah salah satu karakteristik utama penderita miopia.

Menurut ahli pengobatan mata dengan terapi daun sirih ini, ciri khas perkembangan miopia adalah kelainan yang terus meningkat hingga usia remaja, kemudian menurun pada usia dewasa muda. Walaupun agak jarang, miopia dapat pula disebabkan oleh perubahan kelengkungan kornea atau oleh kelainan bentuk lensa mata.

Lazimnya, miopia terjadi karena memanjangnya sumbu bola mata, sehingga mata berbentuk bulat telur. Pemanjangan sumbu ini menyebabkan media refraktif sulit memfokuskan berkas cahaya. Sejalan dengan memanjangnya sumbu bola mata, derajat miopia bertambah. Pada usia anak-anak sampai remaja, proses pemanjangan bola mata dapat merupakan bagian dari pertumbuhan tubuh. Pertambahan derajat miopia membutuhkan kacamata yang kian berat derajat kekuatannya. Karena itu, penderita, penderita pada usia 20-40 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan setiap 6 bulan.

Gejala-gejala Mata Minus

Pada rabun jauh (miopia, mata minus), sumbu mata terlalu cembung, sehingga bayangan benda jatuh di depan retina. Akibatnya, benda yang jauh tidak terlihat jelas. Tanpa kacamata, penderita rabun jauh akan mengalami sakit kepala dan nyeri pada mata.

Gejalanya adalah kepala nyeri berdenyut terutama bagian depan, bola mata perih dan berat, terasa seperti mau keluar dan air mata meleleh berlebihan. Keadaan ini biasanya membaik bila mata diistirahatkan atau dengan minum obat antinyeri. Tapi sering kali kambuh beberapa waktu kemudian.

Apakah miopia dapat menyebabkan sakit kepala? Miopia memang bisa menyebabkan sakit kepala. Untuk seorang penderita miopia, pada saat melihat miopia, pada saat melihat jauh, bayangan jatuh di depan retina sehingga mengurangi kecembungan lensa. Perubahan kecembungan ini dinamakan kemampuan akomodasi mata. Mata yang berakomodasi terus-menerus dalam waktu yang lama akan menimbulkan kelelahan. Kelelahan mata inilah yang mencetuskan nyeri kepala dan nyeri pada mata.

Terapi Daun Sirih Untuk Mengobati Mata Minus

Mengapa daun sirih? Tanaman ini memiliki banyak khasiat untuk mencegah gangguan kesehatan dan mengobati penyakit. Dalam farmakologi China, sirih dikenal sebagai tanaman yang memiliki sifat hangat dan pedas. Mereka menggunakan daun sirih untuk meluruhkan kentut, menghentikan batuk, mengurangi peradangan, dan menghilangkan gatal. Di India daun sirih dikenal sebagai zat aromatik yang menghangatkan, bersifat antiseptik, dan bahkan meningkatkan gairah seks.

Menurut Dewi, daun sirih mengandung minyak atsiri, yaitu kadinen, kavikol, sineol, eugenol, dan karvakol. Minyak atsiri dari daun sirih ini mengandung seskuiterpen, pati, diatase, gula, dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi, fungisida, dan antijamur. Daun sirih mengandung zat antijamur. Daun sirih mengandung zat antiseptik pada seluruh bagiannya.

Untuk mengetahui penyakit yang diderita oleh si pasien, biasanya terlebih dahulu Dewi mengoleskan telapak tangan kirinya dengan minyak kasturi. Di sinilah letak keistimewaan Dewi. Ia bisa mengetahui berbagai penyakit pasien dengan melihat telapak tangannya sendiri. Itulah cara Dewi mendiagnosa penyakit pasien.

Setelah itu baru ia melakukan pengobatan. Yang pertama dilakukan oleh Dewi adalah menotok saraf di area mata. “Mata itu kan melingkar, jadi harus hati-hati,” ungkapnya. Kemudian ia memberikan beberapa lembar daun sirih untuk pengobatan di rumah. Daun sirih dilipat menjadi empat bagian. Bagian yang berbentuk tulang berada di luar. Setelah itu, daun sirih ditempel di mata dengan hansaplast dan biarkan selama semalam. Ini untuk mengangkat kotoran yang ada pada mata.

 

 

Cara Mengobati Mata MinusGejala Mata Minus. Dalam pertemuan kali ini PS2 akan membahas tentang mata minus dari penyebab mata minus atau gejala mata minus dan cara alami mengobati mata minus. Ada berbagai metode cara alami mengobati mata minus. Dan berikut ini PS2 akan berbagi cara terapi mengobati mata minus.
Orang kota bisa dibilang memiliki resiko lebih tinggi memiliki cacat mata dibanding orang yang ada di desa. Faktanya adalah bahwa kebanyakan orang di kota menghabiskan banyak waktu bekerja atau berada di tempat yang jarak pandang yang tidak jauh. Contoh aktifitasnya adalah seperti bekerja di depan komputer, membaca buku, bekerja di dalam ruangan tertutup yang sempit, dsb.
Hal tersebut justru dapat menyiksa mata kita karena terus-menerus harus melihat jarak dekat tanpa banyak melihat jarak jauh. Alhasil mata kita yang tadinya tidak memiliki masalah melihat jauh kini menjadi buram jika melihat benda yang jaraknya jauh. Melihat bintang di langit yang tinggi pun jadi berpendar berbayang.
Miopia adalah istilah kedokteran untuk rabun jauh. Suatu keadaan di mana mata mampu melihat objek yang dekat, tetapi kabur jika melihat objek yang jauh. Secara termonologis, “myopia” berasal dari bahasa Yunani yang berarti menyipitkan mata. Penderita kelainan ini selalu menyipitkan mata untuk melihat lebih jelas objek yang jauh letaknya. Itulah salah satu karakteristik utama penderita miopia.
Menurut ahli pengobatan mata dengan terapi daun sirih ini, ciri khas perkembangan miopia adalah kelainan yang terus meningkat hingga usia remaja, kemudian menurun pada usia dewasa muda. Walaupun agak jarang, miopia dapat pula disebabkan oleh perubahan kelengkungan kornea atau oleh kelainan bentuk lensa mata.
Lazimnya, miopia terjadi karena memanjangnya sumbu bola mata, sehingga mata berbentuk bulat telur. Pemanjangan sumbu ini menyebabkan media refraktif sulit memfokuskan berkas cahaya. Sejalan dengan memanjangnya sumbu bola mata, derajat miopia bertambah. Pada usia anak-anak sampai remaja, proses pemanjangan bola mata dapat merupakan bagian dari pertumbuhan tubuh. Pertambahan derajat miopia membutuhkan kacamata yang kian berat derajat kekuatannya. Karena itu, penderita, penderita pada usia 20-40 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan setiap 6 bulan.

Penyebab Mata Minus

  • Membaca sambil tiduran
  • Membaca di tempat dengan penerangan kurang
  • Membaca terlalu lama
  • Kurang mengkonsumsi makanan bervitamin A
  • Terlalu lama bekerja di komputer.
  • Nonton tv terlalu dekat
  • Main game dengan TV besar dan jarak dekat
  • Terlalu banyak nonton bioskop layar lebar, dll.

Gejala-gejala Mata Minus

Pada rabun jauh (miopia, mata minus), sumbu mata terlalu cembung, sehingga bayangan benda jatuh di depan retina. Akibatnya, benda yang jauh tidak terlihat jelas. Tanpa kacamata, penderita rabun jauh akan mengalami sakit kepala dan nyeri pada mata.

Gejalanya adalah kepala nyeri berdenyut terutama bagian depan, bola mata perih dan berat, terasa seperti mau keluar dan air mata meleleh berlebihan. Keadaan ini biasanya membaik bila mata diistirahatkan atau dengan minum obat antinyeri. Tapi sering kali kambuh beberapa waktu kemudian.

Apakah miopia dapat menyebabkan sakit kepala? Miopia memang bisa menyebabkan sakit kepala. Untuk seorang penderita miopia, pada saat melihat miopia, pada saat melihat jauh, bayangan jatuh di depan retina sehingga mengurangi kecembungan lensa. Perubahan kecembungan ini dinamakan kemampuan akomodasi mata. Mata yang berakomodasi terus-menerus dalam waktu yang lama akan menimbulkan kelelahan. Kelelahan mata inilah yang mencetuskan nyeri kepala dan nyeri pada mata.

Terapi Daun Sirih Untuk Mengobati Mata Minus

Mengapa daun sirih? Tanaman ini memiliki banyak khasiat untuk mencegah gangguan kesehatan dan mengobati penyakit. Dalam farmakologi China, sirih dikenal sebagai tanaman yang memiliki sifat hangat dan pedas. Mereka menggunakan daun sirih untuk meluruhkan kentut, menghentikan batuk, mengurangi peradangan, dan menghilangkan gatal. Di India daun sirih dikenal sebagai zat aromatik yang menghangatkan, bersifat antiseptic.

Terapi Olahraga Mengobati Mata Minus

Mata Melirik Ke Kiri Dan Ke Kanan

Latihan senam mata ini baik untuk membantu merangsang otot mata agar mata otot mata dapat dapat cekung dengan baik dan tidak kaku. Caranya adalah dengan :

  • Pandangan lurus ke depan.
  • Tangan kanan berada di sebelah kanan badan sejajar leher.
  • Jari telunjuk mengacung ke atas.
  • Lihat jari anda dengan fokus dengan cara menoleh ke kanan.
  • Palingkan wajah anda ke kiri perlahan tanpa kehilangan pandangan fokus anda ke jari tadi.
  • Tahan pandangan ketika merasa mata sudah maksimal.
  • Ketika sudah lelah bebaskan mata anda dengan melihat yang jauh.

Tips :

  • Lakukan ke arah yang berbeda seperti ke kiri, bawa, atas, kanan atas, kanan bawah, kiri atas, kiri bawah, dan lain sebagainya.
  • Kemungkinan dapat menimbulkan rasa pusing dan mual. Itu tandanya mata anda butuh latihan ini.
  • Jika mata sudah lelah istirahatkan dengan melihat yang jauh atau memejamkan mata sambil tiduran.
  • Senam ini mungkin dapat mengobati rabun jauh dan rabun dekat serta penyakit cacat mata lainnya.
  • Jika kesulitan fokus anda dapat mencoba dengan bantuan kacamata anda.
  • Sebaiknya jangan terlalu lama, sekitar 10 sampai 30 detik saja tiap lirikan.
  • Setelah latihan mata mungkin mata anda jadi agak tidak nyaman untuk melihat benda-benda yang dekat jaraknya.
  • Latihan ini sebaiknya sering dilakukan di tempat yang terbuka yang banyak pohon jauh dan dekat tapi tidak ditempat umum yang banyak orang atau di tempat kerja yang butuh konsentrasi.

Semoga mines / ples anda berkurang. Kalau sudah merasa berkurang ganti kacamata anda agar tidak memakai kacamata yang sekarang yang dapat mengembalikan cacat mata anda ke sediakala.

Fokus Pandangan Mata Jauh Dekat

Latihan berikut ini dapat membantu otot mata anda agar bergerak ke fokus jauh dan fokus dekat. Namun latihan ini mungkin dapat membuat mata anda agak buram kembali setelah melakukan latihan 1 di atas. Mingkin ada baiknya melalukan latihan 2 dulu baru yang 1, atau hanya melakukan latihan 1 saja bagi yang bermasalah rabun jauh.

  • Pandangan lurus ke depan.
  • Tangan kanan berada di depan badan sejajar leher.
  • Jari telunjuk mengacung ke atas.
  • Lihat jari anda dengan fokus.
  • Gerakkan jari maju mundur pelan-pelan dan mata tetap fokus mengikuti gerakan jari.
  • Setelah beberapa kali maju mundur lepaskan mata dengan melihat benda-benda jauh.
  • Tips :
  • Tips ini mungkin akan lebih terlihat hasilnya pada orang yang matanya mines rendah.
  • Bagi yang mines tinggi sebaiknya jangan dipaksakan karena belum tentu membawa hasil.
  • Kemungkinan latihan ini bisa menimbulkan rasa pusing dan mual.
  • Jika mata sudah lelah istirahatkan dengan melihat yang jauh atau merem sambil tiduran.
  • Senam ini mungkin dapat meneymbuhkan rabun jauh dan rabun dekat serta penyakit cacat mata lainnya.
  • Jika kesulitan fokus anda dapat mencoba dengan bantuan kacamata anda.
  • Latihan ini sebaiknya sering dilakukan di tempat yang terbuka yang banyak pepohonan tapi tidak ditempat umum yang banyak orang atau di tempat kerja yang butuh konsentrasi.
  • Segera hubungi dokter spesialis mata jika mengalami gangguan.

Demikianlah sobat dengan kutipan yang PS2 share dalam pertemuan kali ini. Semoga cara alami mengobati mata minus di atas dapat bermanfaat dan berguna buat kalian semua. Selamat mencoba dan semoga dapat mengurangi mata minus anda. Sekian dan terima kasih.

 

Mar

03

Mengobati mata minus, plus dan silindris dengan cara alami

sakau

Tulisan ini saya kutip dari bukuRoberto Kaplan yang berjudul No Glasses, yang di Indonesia diterbitkan oleh PT. Bhuana Ilmu Populer, terbitan tahun 200?

Sebelum kita memulai untuk mempelajari cara-cara menyembuhkan mata minus(myopia), plus (presbyopia) dan silindris (astigmatism), perlu kita ketahui beberapa penyebab utama kenapa kemampuan penglihatan mata (dalam buku ini disebut sebagai vision-fitness) kita bisa menurun, antara lain adalah (tidak berdasarkan urutan):

  1. Pola makan yang tidak sehat, seperti asupan karbohidrat sederhana yang berlebihan dan makanan yang terlalu diolah, serta makan ketika merasa stress
  2. Bersekolah
  3. Kebiasaan membaca yang salah
  4. Polutan di udara, air dan makanan (bahan kimia, pengawet dll)
  5. Konsumsi gula yang berlebihan
  6. Kurang terkena sinar matahari
  7. Tempat kerja yang buruk
  8. Sekolah dan olahraga yang terlalu berorientasi pada keberhasilan
  9. Tradisi keluarga
  10. Perceraian
  11. Sering berpindah-pindah
  12. Terlalu banyak menonton televisi
  13. Memakai monitor komputer yang buruk
  14. Pola perilaku penyangkalan dan kecanduan

Beberapa hal lain yang perlu kita perhatikan

  1. Kondisi mental sangat berpengaruh pada kesehatan pengelihatan mata (vision fitness)
  2. Memakai kacamata yang sesuai dengan ukuran minus/plus kita, justru akan membuat kita semakin tergantung dengan kacamata dan tidak ada kesempatan untuk memperbaiki penglihatan kita. Dalam buku ini disarankan, untuk memakai kacamata yang setingkat lebih rendah (dengan kemampuan penglihatan sekitar 87,5%) sehingga mata berusaha untuk memperbaiki fokusnya, dan pada akhirnya bisa mengurangi ketergantungan pada kacamata.
  3. Kondisi mata yang terkadang terasa capek, perih, buram dsb, adalah suatu pertanda/pesan dari mata, kalau mata sudah terlalu capek, maka dari itu jika kita mengalami hal-hal tersebut, segera istirahatkan mata anda untuk beberapa saat

Latihan Otot Mata

 

dari wikipedia indonesia

Bagian-bagian mata secara sederhana terbagi atas;

  1. Kornea
    Lapisan terluar dari mata, yang melengkung dan mengkilat. Bagian ini menutupi iris (bagian berpigmen). Kornea mengkontrol 80% daya pembiasan mata. Kornea mendapat nutrisi dari air mata, yang juga berfungsi sebagai pelumas. Air mata didistribusikan keseluruh permukaan kornea ketika kita berkedip.
  2. Iris dan Pupil
    Iris adalah selaput berwarna diantara kornea dan lensa. Otot iris dirangsang oleh ada atau tidaknya sinar. Jika sinar terlalu banyak, ototnya berkontraksi sehingga pupil (celah hitam dibagian tengah iris) mengecil. Di tempat gelap, otot-ototnya mengendur dan pupil membesar. Dengan demikian, iris mengatur jumlah sinar yang masuk ke mata.
  3. Lensa Mata dan Otot Ciliar
    Lensa mata adalah struktur cembung yang transparan, yang berguna untuk memfokuskan cahaya yang masuk melalui pupil agar terbentuk gambar pada retina. Otot ciliar mengatur focus cahaya dengan mengubah bentuk lensa. Otot “pengatur focus” tersebut besifat involuntary, yaitu otot yang kerjanya tidak dapat anda control secara sadar. Artinya, jika anda terlalu focus, otot ciliar menjadi kejang dan lembam, yang mengakibatkan penglihatan anda kabur. Anda juga akan merasakan terjadinya kelambatan dalam mengatur focus.
    Stimulasi pada otot ciliar akan menambah kemampuan focus pada lensa sehingga anda dapat berfokus pada detail kecil dalam jarak yang lebih dekat, seperti ketika anda membaca, menjahit, merajut, bekerja dengan computer, dan mecari nomor di buku telepon.
    Berikut beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk membantu memelihara kebugaran focus:

    • Letakan ibu jari anda sekitar 15 cm didepan mata, berfokuslah pada ibu jari, lalu lihat kejauhan, kemudian kembali focus ke ibu jari.
    • Ketika melakukan aktivitas yang tidak memerlukan focus ke satu benda secara terus menerus, pindahkan lah focus anda ke berbagai objek, jauh dan dekat, secara bergantian, misal sewaktu duduk di depan computer, pandanglah kibord, monitor, benda-benda diatas meja, keluar ke jendela, kembali ke kibord, dst.
  4. Retina dan Fovea
    Retina adalah selaput yang sensifit terhadao cahaya, melapisi bagian belakang bola mata, energi cahaya yang menyentuh retina diubah menjadi insyarat kimiawi yang membawa informasi ke otak melalui saraf mata. Retina berfungsi mendeteksi gerakan di sekitar penglihatan dan melihat di malam hari.
    Persepsi visual paling tajam terjadi di daerah dekat pusat retina yang disebut fovea centralis. Ketika semua berkas cahaya terfokus secara tepat pada fovea, anda melihat dengan ketajaman penuh.
    Anda harus berhati-hati untk tidak membuat mata terlalu tegang untuk melihat dengan jelas, hindari menatap ke suatu tempat dalam waktu yang sangat lama. Biarkan mata anda menari dan bergerak. Membelalak pada sesuatu menimbulan stimulasi berlebihan pada fovea dan dapat menyebabkan kekejangan otot focus yang akhirnya dapat mengurangi efektivitas fungsi retina sehingga anda kehilangan objek disekitar penglihatan anda.
  5. Otot-otot luar mata
    Setiap mata memiliki 6 otot yang mengelilingi bola mata. Mata dapat bergerak ke kanan, ke kiri, bawah, atas, tengah, samping, selalu parallel satu sama lain. Otot-otot ini melekas pada sclera (bagian bola mata yang berwarna putih). Kemampuan anda mengkoordinasi gerakan otot-otot tersebut sangat berpengaruh dalam menentukan tingkat vision fitness anda.

Latihan vision fitness untuk bagian-bagian tertentu pada mata.

  1. Kornea: kedipkan mata sekali setiap tiga detik
  2. Otot iris/pupil: hadapkan mata tertutup ke sinar matahari, dan kedipkan (dalam keadaan tertutup)
  3. Otot ciliar/lensa mata: sambil bernafas berfokus kearah dekat/jauh
  4. Retina/fovea: jangan menatap terlalu lama, sering2 gerakanlah mata
  5. Otot-otot mata: latihan meregangkan otot mata (menggerakan mata ke atas, kebawah, samping kanan dan kiri)
  6. Keseluruhan mata (relaksasi) menutup mata dengan kedua tangan (palming)
  7. Kebugaran mata secara keseluruhan: sewaktu latihan, bayangkanlah bagian2 mata.

 

 

Mata minus atau myopia adalah penyakit mata rabun jauh yakni suatu keadaan yang mana mata itu sudah tidak sanggup lagi untuk melihat obyek yang letaknya jauh dan akan terlihat kabur. Pada rabun jauh (miopia, mata minus), sumbu mata terlalu cembung, sehingga bayangan benda jatuh di depan retina. Akibatnya, benda yang jauh tidak terlihat jelas. Tanpa kacamata, penderita rabun jauh akan mengalami sakit kepala dan nyeri pada mata.

Ciri khas perkembangan miopia adalah kelainan yang terus meningkat hingga usia remaja, kemudian menurun pada usia dewasa muda. Walaupun agak jarang, miopia dapat pula disebabkan oleh perubahan kelengkungan kornea atau oleh kelainan bentuk lensa mata. Lazimnya, miopia terjadi karena memanjangnya sumbu bola mata, sehingga mata berbentuk bulat telur. Pemanjangan sumbu ini menyebabkan media refraktif sulit memfokuskan berkas cahaya. Sejalan dengan memanjangnya sumbu bola mata, derajat miopia bertambah. Pada usia anak-anak sampai remaja, proses pemanjangan bola mata dapat merupakan bagian dari pertumbuhan tubuh. Pertambahan derajat miopia membutuhkan kacamata yang kian berat derajat kekuatannya. Karena itu, penderita, penderita pada usia 20-40 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan setiap 6 bulan.

Gejala myopia atau rabun jauh atau mata minus adalah kepala nyeri berdenyut terutama bagian depan, bola mata perih dan berat, terasa seperti mau keluar dan air mata meleleh berlebihan. Keadaan ini biasanya membaik bila mata diistirahatkan atau dengan minum obat antinyeri. Tapi sering kali kambuh beberapa waktu kemudian.

Pengobatan mata minus atau myopia
Untuk mengobati mata minus atau rabun jauh (myopia) dapat digunakan daun sirih dengan cara daun sirih ditempel di mata dengan hansaplast dan biarkan selama semalam. Daun sirih ini untuk mengangkat kotoran yang ada pada mata. Dapat pula dilakukan dengan merendam daun sirih dedalam air panas lalu setelah air menjadi hangat gunakan air tersebut untuk membersihkan mata.

Daun sirih mengandung minyak atsiri, yaitu kadinen, kavikol, sineol, eugenol, dan karvakol. Minyak atsiri dari daun sirih ini mengandung seskuiterpen, pati, diatase, gula, dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi, fungisida, dan antijamur. Daun sirih mengandung zat antijamur. Daun sirih mengandung zat antiseptik pada seluruh bagiannya.

Sementara itu dari Singapura ada sebuah terapi manus yang sangat murah yakni dengan cara seperti dibawah ini
1 Cipratkan air secukupnya sampai membasahi kedua mata
2 Berdiri tegak, miringkan badan ke kanan kiri masing-masing 10x
3 Gelengkan kepala ke atas bawah masing-masing 10x
4 Gelengkan kepala ke kiri kanan masing-masing 10x
5 Putar kepala ke kiri kanan masing-masing 10x
6 Cipratkan air secukupnya sampai membasahi kedua mata
7 Geser mata melirik ke atas bawah masing-masing 10x
8 Geser mata melirik ke kiri kanan dengan bantuan tangan yang direntangkan sebagai titik yang harus dilihat masing2 10x.
9 Putar mata ke kiri kanan masing-masing 10x
10 Cipratkan air secukupnya sampai membasahi kedua mata
Pijat daerah sekeliling mata dengan satu jari dari tiap tangan secara bersamaan sampai 10x putaran lalu geser arah pijatan ke belakang kepala sampai kedua jari bertemu.
catatan:
*Untuk no.2-4, fokus mata ke titik lurus di depan
*No. 1, 6, dan 10 dimaksudkan agar tak terjadi iritasi pada mata
*Pada seluruh gerakan (2-4, 5-9), rasakan tarikan otot mata Anda.
Waktu: 2xsehari (pagi dan sore)
Tempat: memiliki jarak pandang lumayan jauh (outdoor lebih baik).
Alat: sebuah baskom berisi air bersih

 

“BOLU LABU” SEBAGAI USAHA YANG MEMILIKI PROSPEK YANG MENJANJIKAN

BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG MASALAH

Buah labu banyak mengandung vitamin C, vitamin A, juga serat. Tak cuma kolak, labu kuning bisa diolah menjadi aneka macam makanan, baik yang bercita rasa gurih atau manis.
Soal rasa, tak perlu diragukan. Tapi anehnya, walau sedap dan luwes, labu kuning kurang populer di kalangan masyarakat kita. Lihat saja para tukang sayur keliling, mereka cuma menjajakan labu kuning pada saat bulan Ramadhan sebagai bahan baku untuk membuat kolak. Hal ini tentu sangat disayangkan. Sebab, labu kuning sebenarnya sangat baik untuk dikonsumsi karena memiliki kandungan gizi yang tinggi, salah satunya pro-vitamin A.
Andaikata setiap hari per orang memakan 70 gram labu kuning, itu cukup untuk memenuhi jumlah asupan vitamin A yang diperlukan oleh tubuh. Kalau buah ini dibuat tepung, cukup hanya mengonsumsi 2,5 gram per hari,” kata Dr Ir Murdijati Gardjito, ketua Kelompok Pemerhati Labu Kuning Yogyakarta. Selain itu, labu kuning juga mengandung vitamin C, serat, dan karbohidrat yang cukup tinggi.
Melihat kandungan gizinya, olahan dari labu kuning sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang tua. Lewat sejumlah penelitian yang dilakukan para ahli diketahui pula, labu kuning memainkan peranan penting dalam mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus (kencing manis), arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), jantung koroner, tekanan darah tinggi, bahkan bisa pula mencegah kanker. Labu kuning merupakan satu-satunya buah yang awet/tahan lama. Labu kuning akan awet asal disimpan di tempat yang bersih dan kering, serta tidak ada luka pada buah ini.
Jika sampai luka, labu kuning akan mengeluarkan semacam gas yang bisa memicu terjadinya berbagai macam perubahan di bagian dalam buah. Seperti dikatakan Murdijati, labu kuning yang bagus bisa disimpan sampai tiga bulan tanpa ada perubahan yang berarti. ”Namun, kalau disimpan selama enam bulan biasanya beratnya sudah turun,” katanya. Buah yang dikenal dengan sejumlah nama lain seperti: waluh, labu merah, labu manis, labu parang (Jawa Barat) atau pumpkin (Inggris) ini, tak cuma dikenal di Indonesia.
Bahkan di sejumlah negara, labu kuning telah dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Tak cuma dibuat makanan atau tepung, buah ini juga dimanfaatkan untuk membuat kosmetik. Aneka olahan dari labu kuning. Sungguh sayang, jika labu kuning cuma dibuat kolak, sayur lodeh, atau sayur bobor. Sebab, buah ini bisa disulap menjadi aneka makanan atau minuman dengan cita rasa yang lezat dan tampilan yang cantik..

2. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah manfaat buah labu itu?
2. Bagaimana mengolah labu menjadi bolu labu untuk meningkatkan nilai jual barang?
3. Penetapan Harga dan Sistem Distribusi produk?

3. TUJUAN PENULISAN
1. Lebih mengetahui manfaat buah labu.
2. Mengetahui bagaimana cara pengolahan labu menjadi bolu labu.
3. Mengetahui cara penetapan Harga dan Sistem Distribusi produk.

4. BATASAN MASALAH
Dalam pembuatan makalah terdapat suatu batasan masalah. Adapun maksud dari pemberian batasan masalah adalah untuk membatasi pembahasan yang ada didalam makalah tersebut agar tidak keluar dari konsep judul.
Batasan masalah dalam makalah yang kami buat ini adalah hanya membahas bolu labu sabagai usaha yang memiliki prospek yang menjanjikan dan semua hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Sedangkan manfaat buah labu secara umum hanya dijelaskan secara singkat.

BAB II
ISI

1. PEMBAHASAN
Seperti manfaat buah labu yag telah dipaparkan dalam latar belakang masalah kita bias mengambil kesimpulan bahwa buah labu sangat bermanfaat bagi kita. Dalam rumusan masalah ini akan dibahas manfaat ekonomi dari buah labu dengan cara pengolahan yang berbeda dengan menambah nilai guna suatu barang. Jika biasanya buah labu hanya di buat kolak, maka di sini dikembangkan lagi menjadi olahan makanan yang lain yaitu “bolu labu” yang pasti tidak mengubah rasa asli dari labu itu sendiri. Dan tujuan lain dari penggunaan labu sebagai bahan dasar bolu ini adalah karena labu memiliki rasa manis yang sehingga bisa meminimalisir penggunaan gula. Dari situ bisa kita lihat dari segi ekonomi kita mampu menghemat penggunaan gula dengan menggantinya dengan buah labu tersebut.

2. PROSES PEMBUATAN BOLU LABU
Alat
Mixer (Pengocok)
Baskom
Loyang
Oven
Bahan
1 gelas gula pasir
5 sebdok makan mentega cair
1 bungkus ovalet
4 butir telur
1 piring labu rebus (ukurn disesuaikan)
1 gelas tepung terigu cakra
1 bungkus vanili

Cara pembuatan
1. 4 butir telur dan 1 gelas gula pasir campurkan dalam baskom
2. Larutkan ovalet ke dalam adukan, kemudian kocok sampai benar-benar mengembang,
3. Masukkan tepung terigu, labu yang sudah direbus dan dihaluskan, tambahkan vanili dan mentega, campur sampai rata dan adonan mengembang
4. Sementara itu olesi Loyang dengan mentega agar tidak lengket saat diangkat
5. Tuangkan adonan yang telah disiapkan
6. Oven selama 30 menit, tunggu sampai matang

3. PERKIRAAN BIAYA PRODUKSI
Untuk memproduksi 20 bungkus bolu labu
Alat :
1. Pengocok Rp. 9.000,00
2. baskom Rp. 4.500,00
3. Loyang Rp. 12.500,00
4. oven Rp. 175.000,00
Total biaya tetap = Rp. 201.000,00
Bahan :
1. ¼ kg gula pasir Rp. 2.500,00
2. Mentega Rp. 1.500,00
3. Ovalet Rp. 1.500,00
4. Telur ¼ kg Rp. 3.500,00
5. Labu Rp. 2.500,00
6. Tepung terigu cakra 2 ons Rp. 1.000,00
7. Vanili 1 bungkus Rp. 500,00
8. Plastic kemasan Rp. 4.000,00
Total biaya produksi = Rp. 16.000,00
Biaya total keseluruhan = Rp. 217.000,00

Penetapan harga pada produksi bolu labu ini didasarkan pada biaya produksi, dengan rincian :

Jadi harga jual 20 bungkus bolu labu =
Rp. 16.000,00 + Rp. 9.000,00
= Rp. 25.000,00
Harga satuan
Rp. 25.000,00 : 20
= Rp. 1.500,00
Dengan begitu produsen akan mendapat margin (keuntungan) Rp. 9.000,00, dengan rincian laba per unit produk Rp. 450,00

4. PEMASARAN DAN DISTRIBUSI
Dalam pemasaran dan distribusi bias melalui proses langsung kepada pengecer yaitu kantin sekolah dan warung-warung kecil. Cara ini lebih efekif dikarenakan produksi masih dalam skala kecil. Produk ini akan mudah diterima oleh segala lapisan masyarakat dikarenakan kualitas produk dan rasa yang dijamin akan dapat memuaskan konsumen.
Jika dalam perkembangannya penjualan mengalami peningkatan yang signifikan, kita bisa merencanakan penegembangan skala produksi atau juga bisa mengembangkan industry labu ini dengan membuat inovasi bahan makanan lain, hal ini dalam rangka usaha peningkatan nilai guna barang.
Pada pelucuran pertama kita bisa memberikan harga promosi untuk memeperoleh market share. Perlu juga diperhatikan juga continueitas produksi untuk menjaga produk agar tidak menghilang dari pasar,

SKEMA DISTRIBUSI

5. DESIGN PRODUK
1. Bolu labu

2. Design plastic bolu labu
Tampak depan

Tampak belakang

Slogan : Enaaak dan Lezat
Ukuran Plastik : 9 cm x 9 cm
Warna dan Bentuk : Diagonal Gradien-Accent 1
Huruf : Calibri
Arial Narrow

BAB III
KESIMPULAN
Pada kesimpulannya perlu diperlukan lagi inovasi-inovasi lain dalam pengolahan buah labu, yang dalam pandangan ekonomi akan memberikan profit (keuntungan) yang besar dalam perkrmbangannya. Dan salah satunya perlu dicoba dan diterapkan dalam kehidupan, agar berguna bagi masyarakat yang bergerak dalam industri rumahan atau masih dalam skala kecil.

DAFTAR PUSTAKA

http://srahma.blogspot.com/2008/04/aneka-manfaat-dan-kandungan-labu-kuning.html

By: Tika Setyawati

KETERAMPILAN BELAJAR MAHASISWA

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

Sampai saat ini masih banyak dijumpai pembelajaran di perguruan tinggi lebih menekankan pada transformasi pengetahuan sebanyak-banyaknya kepada mahasiswa dari pada mentransformasikan keterampilan yang dibutuhkan mahasiswa dalam belajar. Dalam proses belajar seperti itu, mahasiswa menjadi kurang kreatif, miskin ide, dan belajar menjadi “kering” tidak bermakna, karena mahasiswa “dipaksa” lebih banyak menguasai bahan atau informasi yang diberikan dosen. Akibanya, mahasiswa sering tidak mampu mengkonstruksi pengalaman dan pengetahuan mereka sendiri, tidak dapat mengembangkan diri dan biasanya kurang mampu membandingkan dan menerapkan hasil dari belajar secara teoritis dengan realitas kehidupan. Fenomena proses belajar tersebut karena didasari oleh pemaknaanya terhadap pendidikan, ada pihak yang lebih menekankan pendidikan kepada pencapaian hasil, ada yang lebih menekankan pada proses. Pihak yang lebih menekankan kepada hasil, mereka tidak menyadari bahwa bahwa dalam proses belajarnya justru sering “menjinakkan” atau kurang “memandirikan” mahasiswa, seperti fenomena tersebut di atas. Implikasinya mahasiswa tidak lebih hanya sebagai objek yang pasif, tidak dan kurang memiliki keterampilan belajar, sehingga mereka tidak mampu dan tidak bisa belajar secara mandiri. Pihak yang lebih menekankan proses, mamandang bahwa hasil belajar hanya merupakan konsekuensi logis dari perhatian dan kepeduliannya terhadap proses belajar. Dalam pemaknaan yang kedua ini, praktik pendidikan lebih menekankan kepada upaya meningkatka keterampilan yang dibutuhkan mahasiswa agar mampu belajar dengan kesadarannya sendiri dan memilih peran sebagai individu aktif dalam proses belajar, sehingga mamungkinkan mereka mampu belajar sendiri.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari judul makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Makna Belajar

  2. Makna Keterampilan Belajar

  3. Upaya Meningkatkan Keterampilan Belajar Mahasiswa

  4. Kesimpulan dan Saran

C. Tujuan

Makalah ini dibuat bertujuan untuk:

  1. Agar mahasiswa memiliki keterampilan belajar.

  2. Agar mahasisa menjadi individu yang aktif.

  3. Agar mahasiswa mampu menerapkan hasil belajarnya untuk kemajuan hidupnya.

  4. Untuk memenuhi tugas matakuliah Penulisan Karya Tulis ilmiah yang diampu oleh dosen Drs, Joko Suwandi, SE., M.Pd.

BAB II

PEMBAHASAN

 

A. Makna Belajar

Belajar merupakan hal yang vital dalam kehidupan manusia, karena “sebagian besar perkembangan individu berlangsung melalui kegiatan belajar”(Sukmadinata,2005). Belajar juga merupakan hal yang vital dalam setiap usaha pendidikan, sehingga dapat dikatakan tiada pendidikan tanpa belajar. Proses belajar berlangsung sepanjang hidup manusia, terjadi kapan dan dimana saja, sehingga seharusnya tiada hari tanpa belajar,dengan atau tanpa guru sekalipun. Bahkan belajar itu merupakan hal wajib, seperti yang dijelaskan dalam al-hadist “mencari ilmu itu wajib bagi setiap umat islam”(H.R. Ibnu Majah).

Proses belajar terjadi karena ada interaksi antara individu dengan lingkungannya, sebagaimana Surya (1997) mengatakan:belajar merupakan proses yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan prilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individuitu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”.

Witherington (1952) mendefinisikan: “belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”. Crow & Crow (1958) hampir sependapat dengan Witherington, menyatakan: “belajar adalah diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru”, dan juga Hilgard (1962): “belajar adalah proses dimana suatu perilaku muncul perilaku muncul atau berubah karena adanya respons terhadap sesuatu situasi”. Di Vesta dan Thompson (1970) menegaskan: “ belajar adalah perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman”. Namun menurut Surya(1997), tidak setiap perubahan sebagai hasil belajar, tetapi hanya perubahan dengan cirri-ciri sebagai berikut:

  1. Perubahan yang disadari dan disengaja (intensional).

Perubahan perilaku yang terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari individu yang bersangkutan. Begitu juga dengan hasil-hasilnya, individu yang bersangkutan menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan, misalnya pengetahuannya semakin bertambah atau keterampilannya semakin meningkat, dibandingkan sebelum dia mengikuti suatu proses belajar. Misalnya, seorang mahasiswa sedang belajar tentang psikologi pendidikan. Dia menyadari bahwa dia sedang berusaha mempelajari tentang Psikologi Pendidikan. Begitu juga, setelah belajar Psikologi Pendidikan dia menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan perilaku, dengan memperoleh sejumlah pengetahuan, sikap dan keterampilan yang berhubungan dengan Psikologi Pendidikan.

  1. Perubahan yang berkesinambungan (kontinyu).

Bertambahnya pengetahuan atau keterampilan yang dimiliki pada dasarnya merupakan kelanjutan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh sebelumnya. Begitu juga, pengetahuan, sikap dan keterampilan yang telah diperoleh itu, akan menjadi dasar bagi pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan berikutnya. Misalnya, seorang mahasiswa telah belajar Psikologi Pendidikan tentang “Hakekat Belajar”. Ketika dia mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”, maka pengetahuan, sikap dan keterampilannya tentang “Hakekat Belajar” akan dilanjutkan dan dapat dimanfaatkan dalam mengikuti perkuliahan “Strategi Belajar Mengajar”.

  1. Perubahan yang fungsional.

Setiap perubahan perilaku yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup individu yang bersangkutan, baik untuk kepentingan masa sekarang maupun masa mendatang. Contoh : seorang mahasiswa belajar tentang psikologi pendidikan, maka pengetahuan dan keterampilannya dalam psikologi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mempelajari dan mengembangkan perilaku dirinya sendiri maupun mempelajari dan mengembangkan perilaku para peserta didiknya kelak ketika dia menjadi guru.

  1. Perubahan yang bersifat positif.

Perubahan perilaku yang terjadi bersifat normatif dan menujukkan ke arah kemajuan. Misalnya, seorang mahasiswa sebelum belajar tentang Psikologi Pendidikan menganggap bahwa dalam dalam Prose Belajar Mengajar tidak perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan individual atau perkembangan perilaku dan pribadi peserta didiknya, namun setelah mengikuti pembelajaran Psikologi Pendidikan, dia memahami dan berkeinginan untuk menerapkan prinsip – prinsip perbedaan individual maupun prinsip-prinsip perkembangan individu jika dia kelak menjadi guru.

  1. Perubahan yang bersifat aktif.

Untuk memperoleh perilaku baru, individu yang bersangkutan aktif berupaya melakukan perubahan. Misalnya, mahasiswa ingin memperoleh pengetahuan baru tentang psikologi pendidikan, maka mahasiswa tersebut aktif melakukan kegiatan membaca dan mengkaji buku-buku psikologi pendidikan, berdiskusi dengan teman tentang psikologi pendidikan dan sebagainya.

  1. Perubahan yang bersifat pemanen.

Perubahan perilaku yang diperoleh dari proses belajar cenderung menetap dan menjadi bagian yang melekat dalam dirinya. Misalnya, mahasiswa belajar mengoperasikan komputer, maka penguasaan keterampilan mengoperasikan komputer tersebut akan menetap dan melekat dalam diri mahasiswa tersebut.

  1. Perubahan yang bertujuan dan terarah.

Individu melakukan kegiatan belajar pasti ada tujuan yang ingin dicapai, baik tujuan jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Misalnya, seorang mahasiswa belajar psikologi pendidikan, tujuan yang ingin dicapai dalam panjang pendek mungkin dia ingin memperoleh pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang psikologi pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk kelulusan dengan memperoleh nilai A. Sedangkan tujuan jangka panjangnya dia ingin menjadi guru yang efektif dengan memiliki kompetensi yang memadai tentang Psikologi Pendidikan. Berbagai aktivitas dilakukan dan diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

  1. Perubahan perilaku secara keseluruhan.

Perubahan perilaku belajar bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan semata, tetapi termasuk memperoleh pula perubahan dalam sikap dan keterampilannya. Misalnya, mahasiswa belajar tentang “Teori-Teori Belajar”, disamping memperoleh informasi atau pengetahuan tentang “Teori-Teori Belajar”, dia juga memperoleh sikap tentang pentingnya seorang guru menguasai “Teori-Teori Belajar”. Begitu juga, dia memperoleh keterampilan dalam menerapkan “Teori-Teori Belajar”.

Berdasarkan definisi di atas, maka yang dimaksud belajar adalah suatu proses usaha aktif yang dilakukan oleh individu secara sengaja, berlangsung secara berkesinambungan,bertujuan untuk memperoleh perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang positif dan relative menetap sebagai pengalaman dalam berinteraksi dengan lingkungan dimana individu itu berada. Jika di dalam proses belajar tidak mendapatkan peningkatan kualitas dan kuantitas kemampuan, dapat dikatakan bahwa orang tersebut mengalami kegagalan di dalam proses belajar.

B. Makna Keterampilan Belajar

Keterampilan belajar merupakan salah satu potensi dan tugas asasi manusia yang kuantitas dan kualitasnya dipengaruhi faktor eksternal.  Pendidikan adalah faktor eksternal dalam bentuk rekayasa sistematis untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas keterampilan belajar. 

Seorang yang terampil belajar ia akan menjadi pembelajar bagi dirinya yang berbasis pada kesadaran bahwa we created by the Creator to be creature with creativity (Harefa, 2000: 119).  Bahwa kita adalah ciptaan yang dicipta oleh Sang Pencipta dan dianugerahi daya cipta untuk mencipta.  Bila seseorang telah menjadi manusia pembelajar, ia akan dapat menciptakan organisasi pembelajar, yakni organisasi yang terus menerus memperluas kapasitas menciptakan masa depan.  Seorang pembelajar akan lebih memiliki tanggung jawab baik kepada Tuhan, kepada diri sendiri, dan kepada sesama manusia.  Seorang pembelajar akan memperoleh keterampilan belajar dan akhirnya akan lebih manusiawi, sebagaimana penegasan Senge (dalam Harefa, 2000: 139), bahwa dari belajar individu akan:

  1. Menciptakan kembali kepribadiannya

  2. melakukan sesuatu yang baru

  3. Merasakan hubungan yang lebih dalam dengan dunia

  4. Dapat memperluas kapasitas proses pembentukan kehidupan

Keterampilan belajar dapat disebut sebagai kecakapan melakukan aktivitas yang merupakan modalitas utama penunjang keberhasilan belajardengan mengarahkan prhatian tinggi dan latihan terus menerus. Modalitas utama yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah akal pikiran, pendengaran, penglihatan, pngkecapan, dan perabaan. Semua modalitas ini perlu dikembangkanagar fungsinya optimal. Dari jenis modalitas tersebut, yang harus tetap ada dalam proses pembelajaran adalah bagaimana mengembangkan keterampilan menyimak/mendengar, membaca, menulis dan mencatat, serta berbicara untuk menyampaikan gagasan kepada orang lain. Jenis keterampilan belajar ini merupakan dasar untuk mencapai keberhasilan belajar.

Keterampilan belajar menurut Devine (Burden & Byrd, 1999:306), adalah suatu kecakapan yang berhubungan dengan mencatat, mengorganisasi, menyintesis, mengingat, dan menggunakan informasiyang diperoleh. Keterampilan ini diperoleh melalaui:

  1. Mengumpulkan informasi dan gagasan daru melalui mendengar dan membaca

  2. Mencatat informasi yang diperoleh melalui membuat catatan, outline,dan kesimpulan

  3. Meningkatkan pemahaman melaluisintesis dan membuat hubungan dengan informasi sebelumnya yang telah diperoleh

  4. Mengorganisasi informasi yang diperoleh dngan membuet ouline, bagan, dan ikhtisar

  5. Mengingat melalui organisasi memori dan menyampaikan kembali

  6. Menggunakan infomasi dan ide-ide baru melalui laporan dan tes

Keterampilan belajar memiliki beberapa manfaat, diantaranya yaitu;

  1. Mengenali dan mengekspresikan potensi diri

  2. Berguna untuk diri sendiri dan orang lain

  3. Mengendalikan perubahan

  4. Memiliki pengetahuan

  5. Melihat masalah secara luas dan dapat mengambil keputusan

C. Upaya Meningkatkan Keterampilan Belajar Mahasiswa

Ada beberapa upaya untuk meningkatkan keterampilan belajar mahasiswa, yaitu:

  1. Meningkatkan Keterampilan Merencanakan Belajar

Membuat rencana belajar merupakan aspek penting yang menunjang keberhasilan belajar, sehingga dapat dikatakan bahwa sukses tidaknya belajar harus dianalisis mulai dari bagaimana pembelajaran itu direncanakan. Beberapa jenis keterampilan yang penting dalam perencanaan belajar di perguruan tinggi antara lain:

  1. Pengambilan mata kuliah

Pengambilan mata kuliah di awal semester, terutama bagi mahasiswa baru, sering menimbulkan kesulitan, karena ketika di bangku sekolah mereka tidak memiliki pengalaman dalam pengambilan rencana belajar. Maka dari itu, mahasiswa perlu memperoleh bimbingan dari dosen. Mereka dibimbing untuk mengenal kemampuannya sendiri dan beban SKS yang sesuai dengan kemampuannya tersebut.

  1. Pengisian KRS

Untuk mengisi KRS, mahasiswa perlu dibimbinguntuk memantapkan dan dapat memastikan diri rencana studi yang akan diambil di semester tersebut

  1. Kesiapan menghadapi perkuliahan

Agar mahasiswa siap dalam menjalankan perkuliahan, perlu adanya motivasi untuk belajar. Motivasi belajar merupakan sesuatu yang fluktuatif, terkadang tinggi, rendah, bahkan hilang. Agar motivasi belajar mahasiswa tetapterpelihara, mereka perlu dibimbing agar dapat membangkitkan kembali motivasi dirinya untuk belajar.

  1. Meningkatkan Keterampilan Dalam Proses Belajar

Berikut ini diuraikan beberapa jenis keterampilan dasar yang penting dan langsung berkaitan dengan kegiatan proses belajar di perguruan tinggi, yaitu:

  1. Keterampilan Menyimak

Kegiatan menyimak bebeda dengan mendengar. Kegiatan menyimak membutuhkan perhatian dan konsentrasi penuh melalui cara:

  1. Mendengar aktif, yaitu mendengar yang merupaka fisiologis penerimaan rangsangan pendengaran.

  2. Memperhatikan, yakni memusatkan kesadaran secara sengaja pada rangsangan tertentudan mengabaikan rangsangan lain yang tidak berkaitan.

  3. Menangkap pesan, yaitu proses pemberian makna pada kata yang didengar sesuai dengan makna yang dimaksud oleh pemberi pesan.

  4. Membuat catatan untuk diingat dan dipelajari lebih lanjut.

Proses menyimak dengan melibatkan empat unsur tersebut perlu terus dilatih. Davine (Burden & Byrd,1987) menjelaskan beberapa kiat untuk menyimak perkuliahan, yakni:

  1. Merumuskan tujuan menyimak.

  2. Memberi perhatian pada apa yang ingin disimak.

  3. Mencatat informasi penting dan makna dari yang disimak, bukan redaksi utuh seperti photocopy, kecuali ungkapan yang sudah pasti.

  4. Memeriksa makna dari informasi yang disimak, didukung contoh.

  5. Mengikuti ururan ide yang disimak, kemudian dikembangkan.

  6. Menyimpulkan hasil akhir apa yang disimak.

  7. Memahami hubungan antara informasi dan pandangan pembicara.

  8. Mengevalasi hasil yang telah disimak.

  9. Menggunakan informasi yang telah disimak.

Ada beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan menyimak, yaitu sebagai berikut:

  1. Melatih presentasi bergiliran di depan kelas setelah menyimak perkuliahan dari dosen untuk mengetahui hasil simskan mereka.

  2. Member kesempatan kepada mahasiswa untuk mengulang pembicaraan saat terjadi sesuatu yang tidak terduga.

  3. Personalisasi pembicaraan.

  4. Mendorong mahasiswa merespons selama pembicaraan untuk mengetahui apakah mereka benar-benar menyimak.

  5. Melibatkan mahasiswa dalam pembicaraan.

  6. Membagi outline yang sudah ditentukan dalam perkuliahan.

  7. Melatih mendengar khusus setiap pembicaraan.

  8. Menggunakan alat bantu visual untuk meningkatkanperhatian dalam menyimak perkuliahan.

  9. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya.

  10. Meminta mahasiswa menuliskan, mencertakan, mendiskusikan, memecahkan masalah, mencari kasus sejenis, meresume materi.

  11. Memberi bimbingan untuk meningkatkan keterampilan menyimak.

  1. Keterampilan Membaca

Membaca merupakan modal dasar dalam belajar. Dengan membaca pembelajar memperoleh ilmu pengetahuan melebihi dari pengalamannya, seperti Hayakawa (Hernowo, 2001:22) mengatakan: “orang yang membaca kepustakaan yang baik, telah hidup lebih dari orang-orang yang tak mau dan tak mampu membaca. Adalah tidak benar kita hanya mempunyai satu kehidupan yang kita jalani. Jika kita dapat membaca, kita bisa menjalani berapapun banyak dan jenis kehidupan seperti yang diinginkan.”

Menurut Bowman (1991:265), ”membaca merupakan sarana yang tepat untuk mempromosikan belajar sepanjang hayat (life-long learning)”. Apabila mahasiswa ingin maju dan berprestasi, mereka harus merubah persepsi dirinyadengan banyak membaca, seperti ungkapan Covey (Hernowo,2001:17): “Bila saya ingin mengubah sebuah keadaan, saya harus mengubah diri saya lebih dahulu. Untuk mengubah diri saya secara efektif, saya harus mengubah persepsi saya lebih dahulu dengan banyak membaca”.

Dengan membaca buku yang baik kita dapat:

  1. Memperoleh gagasan-gagasan besar dari ahli-ahli piker yang gemilang, ungkapan-ungkapan indah dari pengarang-pengarang besar,dan ilmu pengetahuan dari pakar-pakar.

  2. Tidak ragu-ragu untuk berkali-kali membaca.

  3. Tidak ragu-ragu membaca hanya sebagian jika hanya sebagian itu saja yang diperlukan.

  4. Mempunyai tujuan tertentu.

  5. Kritis dan terbuka.

  6. Mendiskusikan hasil bacaan.

Oleh karena itu, membaca merupakan kunci belajar paling berharga, karena:

  1. Membaca adalah sumber belajar paling lengkap.

  2. Membaca adalah sumber belajar yang mudah didapat.

  3. Membaca adalah sumber belajar yang paling murah.

  4. Membaca adalah sumber belajar paling cepat.

  5. Membaca adalah aktivitas yang dapat mengikuti zaman.

Membaca adalah suatu kombinasi dari pengenalan huruf, intellect, emosi yang dihubungkan dengan pengetahuansi pembaca untuk memahami suatu pesan yang tertulis (Kustaryo,1988:2).

Menurut Nurhadi (2004), keterampilan membaca pemahaman ada tiga tingkatan, yaitu:

  1. Membaca literal, adalah kecakapan mengenal dan menangkap bahan bacaan yng tertera secara tersurat(eksplisit). Artinya, pembaca hanya menangkap informasi yang tercetak secara literal (tampak jelas) dalam baris-baris bacaan.

  2. Membaca kritis, adalah kemampuan pembaca mengolah bahan bacaansecara kitis untuk menemukan keseluruhan makna bacaan, baik makna tersurat maupun tersirat, melalui tahap mengenal, memahami, menganalisis, menyintensis, dan menilai.

  3. Membaca kreatif, adalah kemampuan yang tidak sekedar membaca makna yang tersurat dan tersirat,tetapi mamp menerapkan hasil membacanya dalam kehidupan sehari-hari secar kreatif.

Menurut penelitian Baker, hampir 85% belajar di perguruan tinggi harus dilakukan dengan membaca. Menurut Roosevelt, sekurang-kurangnya harus membaca 20 buku setiap tahun untuk mencapai sukses tinggi.

Untuk meningkatkan keterampilan membaca ada beberapa strategi, yaitu:

  1. Melihat secara global teks sebelum membaca melalui daftar isi.

  2. Menentukan gagasan penting yang ingin diketahui dari bacaan.

  3. Memberi perhatian lebih pada informasi dari pada lainnya.

  4. Menghubungkan ide-ide penting dengan sesuatu yang telah diketahui.

  5. Berusaha menentukan makna kata asing.

  6. Memonitor pemahaman atas teks.

  7. Memahami hubungan antar bagian teks.

  8. Mengetahui kapan harus mundurdanmembac ulang suat bagian.

  9. Menyesuaikan kecepatan membaca dengan tingkat kesulitan materi.

  1. Keterampilan Menulis

Menurut larwnce (1972), “Menulis hakikatnya memungkinkan apa dan bagaimana pikiran penulis. Dengan menulis memungkinkan penulis mengkomunikasikan isi jiwa, penghayatan, dan pengalamannya kepada berbagai pihak, terlepas dari ikatan kesamaan waktu dan tempat dengan pihak-pihak itu.

Menulis merupakan upaya agar tidak dilupakan orang tentang ilmu yang ditulisnya, sekaligus penulisnya, sebagaimana sabda Nabi SAW: ”Ikatlah ilmu dengan cara menuliskannya” (HR.Ali bin Abi Tholib).

Keterampilan menulis khususnya menulis ilmiah, merupakan suatu keterampilanyang harus dimiliki oleh mereka yang berkecimpung di dunia akademis, seperti: dosen, peneliti, dan mahasiswa.

Keterampilan menulis bagi mahasiswa bukanlah urusan sederhana menuliskan bahasa ke dalam lambing tulisan seperti anak-anakpada awal belajar menulis, tetapi keterampilan menulis sebagai suatu proses berfikir dalam kebenaranyang dimilikinya (Brotowidjoyo,1988; Sugono,1991).

Agar mahasiswa menguasai keterampilan menulis, Raimes(1983) mrnguraikan sejumlah komponen yang harus dihadapi ketika menulis, yaitu:

  1. Tujuan menulis

  2. Isis yang hendak disempaikan

  3. Pemahaman terhadap calon pembaca

  4. Proses menulis

  5. Tata bahasa

  6. Sintaksis

  7. Pemilihan kata

  8. Tehnik penulisan

  9. Organisasi gagasan.

Disamping beberapa komponen tersebut yang harus diperhatikan penulis adalah pramenulis, pembuatan daftar tulisan, penyuntingan, dan publikasi.

  1. Keterampilan Presentasi

Istilah “presentasi” sekarang ini bukanlah sesuatu yang asing, hampir setiap hal yang ingi dikenalkan ke publik menggunakan presentasi.dalam presentasi seorang pembicara mamaparkan detail-detail dari materi yang disempaikan dan terjadi hubungan dua arah, pembicara dengan audiens.

  1. Meningkatkan Keterampilan Mengevaluasi Hasil Balajar

Keterampilan mengevaluasi hasil belajar merupakan aspek penting yang menunjang keberhasilan belajar. Hasil belajar yang diperoleh setiap mata kuliah penting dievaluasiuntuk menyikapi dan menindak lanjuti pembelajaran selanjutnya.

Menyikapi permasalahan yang muncul pasca hasil belajaryang diperoleh, maka mahasiswa perlu dibimbing agar terampil melakukan evaluasi diri terhadap hasil belajar yang diperolehnya. Jenis keterampilan ini mencakup:

  1. Cara penghitungan IP/IPK

  2. Menyikapi secara positif dengan cara menerima secara realistis hasil belajar yang diperoleh

  3. Menganalisis kekuatan dan kelemahan diri berkaitan dengan hasil yang diperoleh

  4. Dapat menindak lanjuti hasil belajar dengan mengembangkan kekuatan dan memperkecil kelemahan yang pernah dilakukan berdasarkan analisis untuk meningkatkan prestasi belajarnya.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Bardasarkan makalah ini penulis dapat memberi kesimpulan bahwa seorang mahasiswa sangatlah penting memiliki keterampilan belajar, agar mereka menjadi cakap dalam merencanakan belajar, cakap dalam mengikuti proses belajar, dan cakap mengevaluasi hasil belajar, sehingga mereka menjadi mahasiswa yang sukses dalam perkuliahanya, bisa menerapkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari, dan bisa memanfaatkan pengetahuannya untuk mencapai kemajuan yang sebesar-besarnya.

B. Saran

Penulis menyarankan sebagai mahasiswa harus terus meningkatkan keterampilan belajarnya, mau berpikir kritis dan selalu berusaha untuk mejadi lebih baik. Sebab mahasiswa adalah generasi penerus bangsa Indonesia. Seperti apa bangsa ini besok, tergantung pada pemuda-pemuda sekarang.

DAFTAR PUSTAKA

Nurhayati, Eti.2011.Psikologi Pendidikan Inovatif.Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Techonly13.2010.Education. (Online), (http://techonly13.wordpress.com/2010/06/11/pengertian-belajar, diakses tanggal 6 november 2011 jam 19.00)

Cafestudi061.2008.Pendidikan Trackback. (Online), (http://cafestudi061.wordpress.com/2008/09/11/pengertian-belajar-dan-perubahan-perilaku-dalam-belajar, diakses tnggal 6 november 2011 jam 19.00)

Meta Cyntia.2008. PBL Blok 2 Modul 1 Keterampilan Belajar dan Berpikir Kritis . (Online), (http://cyntia-meta.blogspot.com/2010/03/pbl-blok-2-modul-1-keterampilan-belajar.html, diakses tanggal 6 november 2011 jam 19.00)

Nugroho, Dwi.2008. Belajar Keterampilan Berbasis Keterampilan Belajar (Learning Skill Based Skill Learning). (Online), (http://ww.depdiknas.go.id/jurnal/37/belajar_keterampilan_berbasis_k.htm, diakses tnggal 6 november 2011 jam 19.00)